Kementerian Pertahanan Republik Indonesia

Mengendalikan dorongan hati merupakan salah satu seni bersabar dan menukar rasa sakit atau kesulitan saat ini dengan kesenangan yang jauh lebih besar dimasa yang akan datang. Daniel Goleman dalam bukunya “Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Puncak Prestasi” menyatakan bahwa,kecerdasan intelektual hanya memberi kontribu si 20 % dalam mengantar kesuksesan hidup seseorang, sisanya 80 % diisi oleh faktor lain, termasuk didalamnya adalah kecerdasan emosi. Yullyan lantas mencontohkan kala pandemi Covid-19 mulai merebak, seorang inside auditor harus mampu memetakan situasi, membuat standar operasional prosedur penangulangan Covid-19 hingga memprediksi akibat pandemi Covid-19 terhadap organisasi atau perusahaan.

Dalam pembentukan peraturan perundang-undangan, Pancasila merupakan landasan filosofis yaitu pandangan hidup, kesadaran dan cita-cita hukum. Bagi bangsa Indonesia yang majemuk, semangat persatuan yang bersumber pada Pancasila menentang praktik-praktik yang mengarah pada dominasi dan diskriminasi sosial, baik karena alasan perbedaan suku, asal-usul maupun agama. Asas kesatuan dan persatuan selaras dengan kenyataan bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman.

Semangat persatuan Indonesia menentang segala bentuk separatisme dan memberikan tempat pada kemajemukan. Ketiga, asas kebangsaan atau persatuan dalam kebhinekaan, yaitu setiap warga negara mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Asas ini menunjukkan, bahwa bangsa Indonesia bebas untuk menentukan nasibnya sendiri dan berdaulat, sehingga tidak membolehkan adanya campur tangan dari bangsa lain dalam hal mengenai urusan dalam negeri. Pancasila digunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara dan dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara.

Pendekatan kedua ini dapat menghasilakan prestasi yang diterima dalam banyak situasi, tetapi menimbulkan kerugian manusiawi. Mengendalikan dorongan hati, merupakan karakteristik seseorang yang dapat mengelola emosi. Hal ini dimaksudkan menunda kesenangan sesaat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Orang yang cerdas secara emosi tidak memakai prinsip “harus memiliki segalanya saat itu juga”.

memiliki sebuah sikap kepemimpinan

Misalnya mendidik anak untuk hidup mandiri, jujur, dan tidak terlalu ketergantungan kepada orang lain. Orang tua dianjurkan untuk tidak terlalu memanjakan anak sebagai upaya yang sangat berarti untuk melatih seorang anak untuk menjadi pemimpin. Dengan demikian, diharapkan kelak dia akan bisa memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu. Seorang pemimpin, sebelum memimpin orang lain harus bisa memimpin dirinya sendiri secara benar.

Semua ini untuk menghindarkan berapa sikap buruk seperti manipulasi dan berkhianat. Perlu dicermati perbedaan konteks zaman antara masa gerakan mabadi khaira ummah pertama kali dicetuskan dan masa kini. Melihat besar dan mendasarnya perubahan sosial yang terjadi dalam kurun sejarah tersebut, tentulah perbedaan konteks itu membawa konsekuensi yang tidak kecil. Demikian pula halnya denangan perkembangan kebutuhan interal NU sendiri. Oleh karena itu perlu dilakukan beberapa penyesuaian dan pengembangan dari gerakan mabadi khaira ummah yang pertama agar lebih jumbuh dalam konteks kekinian. Tak hanya sampai di sana, gaya politik Gus Dur pun berhasil memikat koalisi poros tengah untuk menunjuk Gus Dur sebagai calon presiden.

Hifzhun al-Nasl berarti negara harus memperlakukan sama setiap etnis yang hidup di wilayah negaranya. Prinsip-prinsip tersebut meliputi aqidah, pengambilan hukum, tasawuf/akhlak, dan bidang sosial-politik. Yaitu melaksanakan semua beban yang harus dilakukan terutama hal-hal yang sudah dijanjikan. Karena itu kata tersebut juga diartikan sebagai dapat dipercaya dan setia dan tepat pada janji, baik bersifat diniyah maupun ijtimaiyah.

Dewasa ini orang‑orang yang menginginkan kebebasan, memperhatikan apa arti kepemimpinan dan bagaimana dilaksanakan dalam rangka menjunjung tinggi hak dan kebebasan untuk berpikir dan menetapkan tujuan sendiri dalam masyarakat dengan demokratis. Menjelaskan suatu ide tidak cukup; pemimpin berkewajiban untuk mengusahakan agar hal itu dikerjakan. Pekerja yang tahu apayang diharapkan dari padanya, yang merasa bebas untuk berdiskusi dengan atasan, akan bekerja dengan perhatian dan kegairahan yang tinggi. Pemimpin bertanggung jawab dalam mengambil keputusan ber­sama dengan kelompok. Meskipun pemimpin bebas untuk meng­ajukan pertanyaan dan memberikan saran, ia hendaknya jangan membiasakan diri untuk mengambil keputusan bagi orang‑orang lain.

Comments are Disabled