Mendidik Anak Yang Cermat Suatu Pemikiran Dalam Konteks Psikologi Dan Perkembangan Anak

Belakangan sebenarnya sudah mulai banyak perubahan kultur masyarakat kita dalam hal mengantri. Di Bank, di kasir supermarket, di poliklinik rumah sakit, orang-orang sudah terbiasa mengantri menunggu giliran. Mungkin karena sudah ditetapkan dan diberikan aturan yang ketat oleh pihak otoritas di masing-masing lembaga, sehingga masyarakat dipaksa untuk tertib dan antri. Budaya tertib dan tenggang rasa kita masih harus terus diasah, diasuh dan dibiasakan. Di Jerman sebagaimana diceritakan oleh blogger Girindra Wiratni Puspa dalam German Cultural Blog, budaya antri juga menjadi karakter utama masyarakat. Budaya antri itu nampak misalnya dalam antrian orang yang ingin membeli ice krim di sebuah toko roti dimana banyak yang mengantri hingga trotoar.

Dapat membentuk individu yang menghargai dan menghormati orang lain dan dapat hidup di dalam masyarakat yang majemuk. Menurut Elkind, pengertian pendidikan karakter adalah suatu metode pendidikan yang dilakukan oleh tenaga pendidik untuk mempengaruhi karakter murid. Dalam hal ini terlihat bahwa guru bukan hanya mengajarkan materi pelajaran tetapi juga mampu menjadi seorang teladan. Menurut Thomas Lickona, pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti. Menurut T. Ramli, pengertian pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengedepankan esensi dan makna terhadap moral dan akhlak sehingga hal tersebut akan mampu membentuk pribadi peserta didik yang baik. Karakter berpicu pada sifat , perilaku, dan kepribadian dari seseorang.

Melatih sikap toleran kita

Namun, kami melihat bahwa ketentuan KUHP tentang Penipuan, Pencabulan, Penganiayaan, Pengrusakan, dll., telah berhasil digunakan untuk mengadili dan menghukum orang-orang tersebut tanpa diperlukannya PNPS ini ataupun Pasal 156a. Selain itu, karena agama adalah urusan pribadi dengan Yang Maha Kuasa, menentukan keyakinan atau ibadah mana yang benar dan menjatuhkan hukuman atas kesesatan bukan menjadi bagian negara, tetapi Tuhan sendiri. Jika ambil bagian, negara cenderung akan menuruti mayoritas, serta meminggirkan dan menindas minoritas, seperti yang terjadi selama ini, dengan memaksa mereka untuk menganut apa yang diyakini orang lain. Contoh yang menarik adalah waktu mantan Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende menjadi jengkel saat diskusi dengan Dewan Perwakilan Belanda pada tahun 2006.

“Kemudian juga harus mengajarkan, mendidik masyarakat untuk antikekerasan. Jadi antikekerasan harus jadi budaya yang kita tanamkan sejak kecil,” ucap-nya menegaskan. Para ahli mengatakan, seorang anak yang merasa aman dengan diri sendiri, lebih nyaman untuk mengeksplorasi dan menerima perbedaan yang ada di sekitarnya. Perbedaan memang nggak bisa dihindari, terlebih kita yang hidup di Indonesia dengan berbagai suku, ras dan agama.

Selain itu, mengajak anak ke acara festival budaya juga bisa menjadi cara untuk mengajarkan keberagaman negeri. Politik Etis ini memberikan kesempatan lewat sistem edukasi, untuk sebagian kecil kaum elit Indonesia, untuk memahami ide-ide politik Barat mengenai kemerdekaan dan demokrasi. Maka, untuk pertama kalinya orang-orang pribumi mulai mengembangkan kesadaran nasional sebagai ‘orang Indonesia’.

Menurut Potter dan Perry , komunikasi terjadi pada tiga tingkatan yaitu intrapersonal, interpersonal dan publik. Komunikasi interpersonal adalah interaksi yang terjadi antara sedikitnya dua orang atau dalam kelompok kecil, terutama dalam keperawatan. Komunikasi interpersonal yang sehat memungkinkan penyelesaian masalah, berbagai ide, pengambilan keputusan, dan pertumbuhan private.

Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa aktivitas mendongeng yang dilakukan oleh orang tua dengan anaknya sangat bermanfaat bagi perkembangan kecerdasan emosi anak. Kecerdasan emosi merupakan faktor penentu paling besar dalam menentukan kesuksesan anak dimasa yang akan datang. Kegiatan makan bersama dapat dilakukan baik di rumah maupun di luar rumah (restoran/rumah makan favorit keluarga). Pada saat makan bersama, orangtua maupun anak-anak dapat saling bercerita aktivitas yang sudah dilakukan selama seharian, sehingga masing-masing anggota keluarga mengetahui dan memahami aktivitas anggota keluarganya.

Comments are Disabled